<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sudarsana.net</title>
	<atom:link href="http://sudarsana.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sudarsana.net</link>
	<description>A Little Piece of Me Online</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 23:11:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Things You Must Do in Bali</title>
		<link>http://sudarsana.net/articles/things-you-must-do-in-bali/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/articles/things-you-must-do-in-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 23:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Located just south of the equator, Bali bombards you with beauty, beaches, and culture. The entire experience feels at once effortless and nonpareil – the apex of tropical living. Sure, the beaches provide a gravity that draws travelers from all over the globe to this tiny Indonesian Island, but the culture brings them back. The [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Located just south of the equator, Bali bombards you with beauty, beaches, and culture. The entire experience feels at once effortless and nonpareil – the apex of tropical living. Sure, the beaches provide a gravity that draws travelers from all over the globe to this tiny Indonesian Island, but the culture brings them back. The lure is as persistent and persuasive as a boiler room hustler. There&#8217;s a saying that God lives in the Himalayas. I have a feeling he vacations in Bali.<span id="more-268"></span></p>
<p>Have you ever wondered why Bali has drawn tourists of all ages and from various countries for so many years now and it has not yet lost its luster? Bali has drawn four generations of tourists in our own family alone. The must do list for Bali keeps getting longer as it tries to satisfy the returning crowd. You can click this link for more info on <a href="http://www.squidoo.com/ten-must-do-in-bali" target="_blank">Things You Must Do in Bali</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/articles/things-you-must-do-in-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air ini hanya khusus untuk insinyur!</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/air-ini-hanya-khusus-untuk-insinyur/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/renungan/air-ini-hanya-khusus-untuk-insinyur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 10:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebuah kisah nyata inspiratif, memiliki cara berpikir positif atas segala hal sehingga menghasilkan &#8220;buah&#8221; yang manis di kemudian hari. Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an&#8230;. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini sebuah kisah nyata inspiratif, memiliki cara berpikir positif atas segala hal sehingga menghasilkan &#8220;buah&#8221; yang manis di kemudian hari.</p>
<p>Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an&#8230;.</p>
<p>Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak di depannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.<span id="more-264"></span></p>
<p>Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: &#8220;Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur&#8221; Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.</p>
<p>Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.</p>
<p>Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?</p>
<p>Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan &#8220;SIKAP POSITIF&#8221; . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.</p>
<p>Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.</p>
<p>Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.</p>
<p>Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; &#8220;Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu&#8221;.</p>
<p>Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: &#8220;Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.&#8221;</p>
<p>Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai di sini?</p>
<p>Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.</p>
<p>Tahukan kamu apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.</p>
<p>Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.</p>
<p>Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/renungan/air-ini-hanya-khusus-untuk-insinyur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The law of action and reactions</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/the-law-of-action-and-reactions/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/renungan/the-law-of-action-and-reactions/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 04:48:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Dalai Lama: &#8220;Remember, the universe is the echo of our action and our thoughts&#8221;. &#8220;The law of action and reactions is not exclusively for physics. It is also of human relations. If I act with the goodness, I will receive goodness. If I act with evil, I will get evil&#8221; &#8220;What our grandparents told us [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalai Lama: &#8220;Remember, the universe is the echo of our action and our thoughts&#8221;.</p>
<p>&#8220;The law of action and reactions is not exclusively for physics. It is also of human relations. If I act with the goodness, I will receive goodness. If I act with evil, I will get evil&#8221;</p>
<p>&#8220;What our grandparents told us is pure truth, You will always have what your desire for others. Being happy is not a matter of destiny. It is a matter of options&#8221;.<span id="more-256"></span></p>
<p>Finally he said:</p>
<p>&#8220;Take care of your thoughts because they will become words.</p>
<p>Take care of your words because they will become actions.</p>
<p>Take care of your actions because they will become habits.</p>
<p>Take care of your habits because they will form your character.</p>
<p>Take care of your character because they will become your destiny. and your destiny will be your life&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/renungan/the-law-of-action-and-reactions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EMPATI</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/empati/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/renungan/empati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 02:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Andy F. Noya]]></category>
		<category><![CDATA[EMPATI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji dikawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak. Sembari makan saya mulai mengamati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji dikawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.</p>
<p>Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.<span id="more-252"></span></p>
<p>Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.</p>
<p>Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.</p>
<p>Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.</p>
<p>Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah.</p>
<p>Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.</p>
<p>Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.</p>
<p>Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya.</p>
<p>Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri.</p>
<p>Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.</p>
<p>Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.</p>
<p>Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah disitu.</p>
<p>Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.</p>
<p>Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang.</p>
<p>Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.</p>
<p>Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku &#8220;Chiken Soup&#8221;, saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.</p>
<p>Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata &#8220;terima kasih&#8221; saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata &#8220;terima kasih&#8221; merupakan &#8220;magic words&#8221; yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata &#8220;tolong&#8221; ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.</p>
<p>Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya.</p>
<p>Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. &#8220;Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?&#8221;</p>
<p>Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuahtulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.</p>
<p>Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain.</p>
<p>Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.</p>
<p>Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar,kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.</p>
<p>Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.</p>
<p>Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu.</p>
<p>Mulailah sekarang juga.</p>
<p>( by Andy F. Noya ).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/renungan/empati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebagian besar Hidup adalah Kebiasaan</title>
		<link>http://sudarsana.net/asal-tulis/sebagian-besar-hidup-adalah-kebiasaan/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/asal-tulis/sebagian-besar-hidup-adalah-kebiasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 01:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Coba diperhatikan, setiap hari hidup ini kita isi dengan kebiasaan2; biasa bangun pagi &#8211; kerja &#8211; pulang kerja &#8211; istirahat/tidur&#8230; begitu terussss, beda hari &#8211; isinya tetap sama &#8211; yaitu kebiasaan. Yang beda mungkin pas weekend atau akhir/awal bulan (karena ada gajian). Kita mungkin memiliki beberapa kebiasaan baik seperti biasa berolah raga, biasa bekerja keras, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Coba diperhatikan, setiap hari hidup ini kita isi dengan kebiasaan2; biasa bangun pagi &#8211; kerja &#8211; pulang kerja &#8211; istirahat/tidur&#8230; begitu terussss, beda hari &#8211; isinya tetap sama &#8211; yaitu kebiasaan. Yang beda mungkin pas weekend atau akhir/awal bulan (karena ada gajian).</p>
<p>Kita mungkin memiliki beberapa kebiasaan baik seperti biasa berolah raga, biasa bekerja keras, biasa membantu sesama, biasa spend waktu bersama keluarga dll. Namun kita juga mungkin tidak luput dari kebiasaan buruk seperti biasa telat ngantor, biasa nggosip, biasa ngerokok, biasa dugem, nyabu, alkohol, biasa ke cafe, cari cewek, maen togel dll &#8211; lebih gampang nunjuk kebiasaan2 buruk daripada nyari yang baik2 <img src='http://sudarsana.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mesipun Presiden/orang hebat manapun &#8211; hidupnya penuh dengan kebiasaan, tapi mungkin lebih banyak kebiasaan baiknya ketimbang buruknya. Karenanya, jika kita ingin merubah hidup, kita harus rubah kebiasaan2 kita, tentunya dari yg buruk ke yang baik, meskipun ini bukan pekerjaan mudah.</p>
<p>Keluar dari kebiasaan2 buruk dalam hidup = Keluarbiasaan Hidup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/asal-tulis/sebagian-besar-hidup-adalah-kebiasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syukuri apapun</title>
		<link>http://sudarsana.net/asal-tulis/syukuri-apapun/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/asal-tulis/syukuri-apapun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 00:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang terjadi tanpa ijin Nya. Tidak ada satupun kejadian Dia ijinkan terjadi tanpa ada tujuan. Dan tidak ada satupun kejadian Dia ijinkan terjadi untuk tujuan yang tidak baik. Baiknya kita berserah diri dan syukuri apapun adanya kita saat ini&#8230;apapun&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang terjadi tanpa ijin Nya.</p>
<p>Tidak ada satupun kejadian Dia ijinkan terjadi tanpa ada tujuan.</p>
<p>Dan tidak ada satupun kejadian Dia ijinkan terjadi untuk tujuan yang tidak baik.</p>
<p>Baiknya kita berserah diri dan syukuri apapun adanya kita saat ini&#8230;apapun&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/asal-tulis/syukuri-apapun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8230;dan sebaliknya</title>
		<link>http://sudarsana.net/asal-tulis/dan-sebaliknya/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/asal-tulis/dan-sebaliknya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 06:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita senang membantu orang lain, maka Tuhan akan membantu/memudahkan jalan kita, karena Dia ingin kita merasakan bagaimana rasanya terbantu&#8230;dan sebaliknya&#8230;jika kita sering menyakiti orang lain, maka suatu saat Tuhan pasti akan &#8220;hadiahkan&#8221; rasa sakit itu ke kita, jadi kita tahu bagaimana rasanya, sehingga kita belajar untuk tidak melakukannya lagi&#8230; Hidup ini begitu sederhana, laku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita senang membantu orang lain, maka Tuhan akan membantu/memudahkan jalan kita, karena Dia ingin kita merasakan bagaimana rasanya terbantu&#8230;dan sebaliknya&#8230;jika kita sering menyakiti orang lain, maka suatu saat Tuhan pasti akan &#8220;hadiahkan&#8221; rasa sakit itu ke kita, jadi kita tahu bagaimana rasanya, sehingga kita belajar untuk tidak melakukannya lagi&#8230;</p>
<p>Hidup ini begitu sederhana, laku baik pasti berbuah baik&#8230;dan sebaliknya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/asal-tulis/dan-sebaliknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan mengambil keputusan apapun disaat emosi!</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/jangan-mengambil-keputusan-apapun-disaat-emosi/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/renungan/jangan-mengambil-keputusan-apapun-disaat-emosi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 03:22:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan, di sebuah dusun tinggallah keluarga petani yang memiliki seorang anak masih bayi. Keluarga itu memelihara seekor anjing yang dipelihara sejak masih kecil. Anjing itu pandai, setia, dan rajin membantu si petani. Dia bisa menjaga rumah bila majikannya pergi, mengusir burung-burung di sawah dan menangkap tikus yang berkeliaran di sekitar rumah mereka. Si petani dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkan, di sebuah dusun tinggallah keluarga petani yang memiliki seorang anak masih bayi. Keluarga itu memelihara seekor anjing yang dipelihara sejak masih kecil. Anjing itu pandai, setia, dan rajin membantu si petani. Dia bisa menjaga rumah bila majikannya pergi, mengusir burung-burung di sawah dan menangkap tikus yang berkeliaran di sekitar rumah mereka. Si petani dan istrinya sangat menyayangi anjing tersebut.<span id="more-230"></span></p>
<p>Suatu hari, si petani harus menjual hasil panennya ke kota. Karena beban berat yang harus di bawanya, dia meminta istrinya ikut serta untuk membantu, agar secepatnya menyelesaikan penjualan dan sesegera mungkin pulang ke rumah. Si bayi di tinggal tertidur lelap di ayunan dan dipercayakan di bawah penjagaan anjing mereka.</p>
<p>Menjelang malam setiba di dekat rumah, si anjing berlari menyongsong kedatangan majikannya dengan menyalak keras berulang-ulang, melompat-lompat dan berputar-putar, tidak seperti biasanya. Suami istri itu pun heran dan merasa tidak tenang menyaksikan ulah si anjing yang tidak biasa.</p>
<p>Dan Betapa kagetnya mereka, setelah berhasil menenangkan anjingnya…astaga, ternyata moncong si anjing berlumuran darah segar. “Lihat pak! Moncong anjing kita berlumuran darah! Pasti telah terjadi sesuatu pada anak kita!” teriak si ibu histeris, ketakutan, dan mulai terisak menangis.</p>
<p>&#8220;Ha…benar! Kurang ajar kau anjing! Kau apakan anakku? Pasti telah kau makan!” si petani ikut berteriak panik.Dengan penuh kemarahan, si petani spontan meraih sebuah kayu dan secepat kilat memukuli si anjing itu dan mengenai bagian kepalanya. Anjing itu terdiam sejenak. Tak lama dia menggelepar kesakitan, memekik perlahan dan dari matanya tampak tetesan airmata, sebelum kemudian ia terdiam untuk selamanya. Bergegas kedua suami istri itu pun berlari masuk ke dalam rumah.</p>
<p>Begitu tiba di kamar, tampak anak mereka masih tertidur lelap di ayunan dengan damai. Sedangkan di bawah ayunan tergeletak bangkai seekor ular besar dengan darah berceceran bekas gigitan. Mereka pun segera sadar bahwa darah yang menempel di moncong anjing tadi adalah darah ular yang hendak memangsa anak mereka. Perasaan sesal segera mendera. Kesalahan fatal telah mereka lakukan. Emosi kemarahan yang tidak terkendali telah membunuh anjing setia yg mereka sayangi. Tentu, penyesalan mereka tidak akan membuat anjing kesayangan itu hidup kembali.</p>
<p>Sungguh mengenaskan. Gara-gara emosi dan kemarahan yang membabi buta, seekor anjing setia yang telah membantu dan membela majikannya, harus mati secara tragis. Saya rasa demikian pula di kehidupan ini. Begitu banyak permasalahan, pertikaian, perselisihan bahkan peperangan, muncul dari emosi yang tidak terkontrol. Karena itu, saya sangat setuju dengan kata-kata: ”Jangan mengambil keputusan apapun disaat emosi sedang melanda.” Sebab, bila itu yang dilakukan, bisa fatal akibatnya. Sungguh, kita butuh belajar dan melatih diri agar disaat emosi, kita mampu mengendalikan diri secara sabar dan bijak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/renungan/jangan-mengambil-keputusan-apapun-disaat-emosi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika wanita diumpamakan ikan&#8230;</title>
		<link>http://sudarsana.net/jokes/jika-wanita-diumpamakan-ikan/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/jokes/jika-wanita-diumpamakan-ikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 05:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Jika Wanita diumpamakan Ikan, kategori ikan apakah yang jadi favourite anda? IKAN SALMON &#8211; Bentuknya OK, indah, dagingnya pink muda dan enak dimakan. Tapi sayangnya mahal, soalnya masih import.. Sesuai… ada nilai, ada kualitas….INI WANITA KARIR. IKAN ARWANA &#8211; Kalo yang ini senangnya bolak balik di aquarium memperlihatkan kesombongan dan keangkuhan karena tau tubuhnya indah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Wanita diumpamakan Ikan, kategori ikan apakah yang jadi favourite anda?</p>
<p><strong>IKAN SALMON &#8211; </strong>Bentuknya OK, indah, dagingnya pink muda dan enak dimakan. Tapi sayangnya mahal, soalnya masih import.. Sesuai… ada nilai, ada kualitas….<strong>INI WANITA KARIR.</strong></p>
<p><strong>IKAN ARWANA &#8211; </strong>Kalo yang ini senangnya bolak balik di aquarium memperlihatkan kesombongan dan keangkuhan karena tau tubuhnya indah, langkahnya lemah gemulai dan memancing mata nakal melihatnya di manapun dia bergaya&#8230;..So pasti harganya mahal kalau ingin memilikinya&#8230;.. <strong>INI ARTIS PAPAN ATAS.<span id="more-223"></span></strong></p>
<p><strong>IKAN MAS KOKI &#8211; </strong>Nah, ini jenis ikan lumayan mahal, indah bentuknya, warnanya, dan lenggak- lenggoknya. Sayangnya hanya bisa dilihat, dikagumi, tak bisa dimakan, karena termasuk kategori ikan hiasan&#8230;..<strong>INI BINI ORANG.</strong></p>
<p><strong>IKAN SAPU-SAPU &#8211; </strong>Jenis ini murah dan selalu nempel di kaca aquarium. Kalo udah nempel, susah banget lepasnya&#8230;. ribeeeet&#8230;<strong>INI PELAJAR /MAHASISWI.</strong></p>
<p><strong>IKAN LELE &#8211; </strong>Kalo yang ini harganya murah, bisa dimakan kapan saja. Banyak dijual di pinggir jalan, ada <span style="text-decoration: underline;">patilnya</span> sehingga harus hati-hati<strong>..INI CEWEK PANGGILAN.</strong></p>
<p><strong>IKAN TERI &#8211; </strong>Bentuk dan rasanya begitu- begituuu&#8230; saja..Selalu enak dimakan kalau lagi tidak ada sayur atau tidak ada lauk yang lainnya&#8230;.<strong>INI BINI SENDIRI <img src='http://sudarsana.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/jokes/jika-wanita-diumpamakan-ikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warren Buffett, Orang Terkaya di Dunia</title>
		<link>http://sudarsana.net/tahukah-anda/phylosophy-of-warren-buffet-mengapa-warren-buffett-menjadi-orang-terkaya-di-dunia/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/tahukah-anda/phylosophy-of-warren-buffet-mengapa-warren-buffett-menjadi-orang-terkaya-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 05:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tahukah Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Warren Buffet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, pendiri raksasa peranti lunak Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya. Tahun ini, orang terkaya sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajaman pikirannya amat luar biasa sehingga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, pendiri raksasa peranti lunak Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya. Tahun ini, orang terkaya sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajaman pikirannya amat luar biasa sehingga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, seniman Picasso dan raja kaya raya pencipta koin emas Croesus, dalam satu tubuh.<span id="more-214"></span></p>
<p>Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC. Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya:</p>
<p>Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.</p>
<p><em>Pesan: Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [ Encourage your children to invest ]</em></p>
<p>Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.</p>
<p><em>Pesan: Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [ Encourage your children to start some kind of business ]</em></p>
<p>Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil dipusat kota Omaha, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu. Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.</p>
<p><em>Pesan: Jangan membeli apa yang tidak  dibutuhkan, dan dorong anak Anda berbuat yang sama. [ Don ' t buy more than what you 'really need' and encourage your children to do and think the same ]</em></p>
<p>Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.</p>
<p><em>Pesan: Jadilah apa adanya [ You are what you are ]</em></p>
<p>Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.</p>
<p><em>Pesan: Berhematlah. [ Always think how you can accomplish things economically ]</em></p>
<p>Berkshire Hethaway, Perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan. Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu. Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler.</p>
<p><em>Pesan: Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [ Assign the right people to the right jobs ]</em></p>
<p>Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya. Peraturan nomor satu adalah: Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham. Peraturan nomor dua: Jangan melupakan peraturan nomor satu.</p>
<p><em>Pesan: Buat tujuan yang jelas dan yakinkan mereka untuk fokus ke tujuan [ Set goals and make sure people focus on them ]</em></p>
<p>Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas. Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.</p>
<p><em>Pesan: Jangan pamer, jadilah diri sendiri; nikmati apa yang kamu lakukan [ Don' t try to show off, just be your self and do what you enjoy doing ]</em></p>
<p>Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu. Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit. Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet.</p>
<p>Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.</p>
<p>Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:</p>
<ol>
<li>Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri</li>
<li>Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.</li>
<li>Hiduplah secara sederhana</li>
<li>Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukanlah  apa yang menurut Anda baik untuk dilakukan</li>
<li>Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.</li>
<li>Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan</li>
<li>Gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan</li>
<li>Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.</li>
</ol>
<p>Semoga bermanfaat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/tahukah-anda/phylosophy-of-warren-buffet-mengapa-warren-buffett-menjadi-orang-terkaya-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life Is by Mother Teresa</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/life-is-by-mother-teresa/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/renungan/life-is-by-mother-teresa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 03:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Life Is by Mother Teresa]]></category>
		<category><![CDATA[Mother Teresa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Life is an opportunity, benefit from it. Life is beauty, admire it. Life is a dream, realize it. Life is a challenge, meet it. Life is a duty, complete it. Life is a game, play it. Life is a promise, fulfill it. Life is sorrow, overcome it. Life is a song, sing it. Life is [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Life is an opportunity, benefit from it.</p>
<p>Life is beauty, admire it.</p>
<p>Life is a dream, realize it.</p>
<p>Life is a challenge, meet it.</p>
<p>Life is a duty, complete it.</p>
<p>Life is a game, play it.</p>
<p>Life is a promise, fulfill it.</p>
<p>Life is sorrow, overcome it.</p>
<p>Life is a song, sing it.</p>
<p>Life is a struggle, accept it.</p>
<p>Life is a tragedy, confront it.</p>
<p>Life is an adventure, dare it.</p>
<p>Life is luck, make it.</p>
<p>Life is too precious, do not destroy it.</p>
<p>Life is life, fight for it.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/renungan/life-is-by-mother-teresa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unconditional Love</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/unconditional-love/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/renungan/unconditional-love/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 03:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja. Hari ini, 27 Agustus adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.</p>
<p>Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan. Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.<span id="more-205"></span></p>
<p>Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang. Hujan turun sangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan. Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal! Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.</p>
<p>Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. &#8220;Ia sungguh cantik&#8221; kataku dalam hati, &#8220;Wanita yang menjalin hubungan denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik&#8221;. Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.</p>
<p>Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu, buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan aku membukanya. Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.</p>
<p>14 Februari 1996. Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.</p>
<p><em>Hmm. aku tersenyum, Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.</em></p>
<p>6 September 2001, Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.</p>
<p><em>Jantungku serasa mau berhenti&#8230;</em></p>
<p>23 Oktober 2001, Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan? Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui.</p>
<p><em>Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun. Melly, yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.</em></p>
<p>4 Januari 2002, Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.</p>
<p><em>Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku setelah mengetahui aku telah mengkhianatinya. Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.</em></p>
<p>14 Februari 2002, Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan? Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.</p>
<p>14 Februari 2003, Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto. Terima kasih Tuhan!</p>
<p>18 Juli 2005, Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh untuk suamiku.</p>
<p>7 April 2006, Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.</p>
<p><em>Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.</em></p>
<p>15 November 2007, Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.</p>
<p><em>Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.</em></p>
<p>Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat. Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun.</p>
<p>&#8220;Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun.&#8221; (ts)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/renungan/unconditional-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menari ditengah hujan</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/menari-ditengah-hujan/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/renungan/menari-ditengah-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2010 05:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi. Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.</p>
<p>Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri.<span id="more-199"></span></p>
<p>Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.</p>
<p>Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, “Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?” Dia tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, “Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, ‘kan?”</p>
<p>Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding, “Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku.”</p>
<p><strong>Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.</strong></p>
<p>Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: <strong>Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.. “Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.”</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/renungan/menari-ditengah-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakso Khalifatullah</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/bakso-khalifatullah/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/renungan/bakso-khalifatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 00:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Emha Ainun Nadjib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti. “Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang. “Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti.</p>
<p>“Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang.<span id="more-196"></span></p>
<p>“Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya.</p>
<p>“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”</p>
<p>Ia tertawa. “Ia Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya”</p>
<p>“Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya.</p>
<p>“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.</p>
<p>Aduh gawat juga Pak Patul ini.</p>
<p>“Maksudnya?”, saya mengejar lagi.</p>
<p>“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisa menjangkaunya”.</p>
<p>Spontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil jenis ekspressinya tak sampai tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagi.</p>
<p>Bahunya saja yang saya pegang dan agak saya remas, tapi karena emosi saya bilang belum cukup maka saya guncang-guncang tubuhnya. Hati saya meneriakkan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushlihu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi ‘ijazah’ kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya.</p>
<p>Saya juga menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. Tetapi pasti bahwa di dalam diri saya tidak terdapat sesuatu yang saya kagumi sebagaimana kekaguman yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul. Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya: bahwa saya tidak mungkin siap mental dan memiliki keberanian budaya maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual bakso, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas.</p>
<p>Saya lebih berpendidikan dibanding dia, lebih luas pengalaman, pernah mencapai sesuatu yang ia tak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin bisa disebut kelas sosial saya lebih tinggi darinya.</p>
<p>Tetapi di sisi manapun dari realitas hidup saya, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat saya tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya: “Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.</p>
<p>Peradaban saya masih peradaban “milik saya”. Peradaban Pak Patul sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggungjawab, lebih mulia dan tidak pengecut sebagaimana ‘kapitalisme subyektif posesif’ saya.</p>
<p>30 th silam saya pernah menuliskan kekaguman saya kepada Penjual cendhol yang marah-marah dan menolak cendholnya diborong oleh Pak Kiai Hamam Jakfar Pabelan karena “kalau semua Bapak beli, bagaimana nanti orang lain yang memerlukannya?”</p>
<p>Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua. Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapi uang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang saya tawar. Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap memberi saya 40 jagung.</p>
<p>“Lho, uang saya tidak cukup, Pak”</p>
<p>“Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap”</p>
<p>“Berarti saya hutang?”</p>
<p>“Ndaaak. Kekurangannya itu tabungan amal jariyah saya”.</p>
<p>Doooh adoooh…! Tompes ako tak’iye!</p>
<p>Di pasar Khan Khalili semacam Tenabang-nya Cairo saya masuk sebuah toko kemudian satu jam lebih pemiliknya hilang entah ke mana, jadi saya jaga tokonya. Ketika datang saya protes: “Keeif Inta ya Akh…ke mane aje? Kalau saya ambilin barang-barang Inta terus saya ngacir pigimane dong….”</p>
<p>Lelaki tua mancung itu senyum-senyum saja sambil nyeletuk: “Kalau mau curi barang saya ya curi saja, bukan urusan saya, itu urusan Ente sama Tuhan….”</p>
<p>Sungguh manusia adalah ahsanu taqwim, sebaik-baik ciptaan Allah, master-piece. Orang-orang besar bertebaran di seluruh muka bumi. Makhluk-makhluk agung menghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusun dan di mana-manapun.</p>
<p>Bakso Khlifatullah, bahasa Jawanya: bakso-nya Pak Patul, terasa lebih sedap karena kandungan keagungan.</p>
<p>Itu baru tukang bakso, belum anggota DPR. Itu baru penjual cendhol, belum Menteri dan Dirjen Irjen Sekjen. Itu baru pemilik toko kelontong, belum Gubernur Bupati Walikota tokoh-tokoh Parpol. Itu baru penjual jagung bakar, belum Kiai dan Ulama.</p>
<p>Emha Ainun Nadjib Regard, ida.s</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/renungan/bakso-khalifatullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>suibuk suibuk suibuk&#8230;</title>
		<link>http://sudarsana.net/asal-tulis/suibuk-suibuk-suibuk/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/asal-tulis/suibuk-suibuk-suibuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 02:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Wuih&#8230;luama sekale sudah tidak posting di sini, suibuk suibuk suibuk terus setiap hari, sampai ndak pernah posting di sini, lupa kalo punya blog. Banyak orang pingin jadi pengusaha &#8211; emang sih &#8220;banyak kejutan&#8221; &#8211; kadang terkejut untung &#8211; kadang terkejut rugi, tapi satu hal yang pasti, jadi pengusaha kerjanya seperti diuber2 setan, suibuk suibuk terus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wuih&#8230;luama sekale sudah tidak posting di sini, suibuk suibuk suibuk terus setiap hari, sampai ndak pernah posting di sini, lupa kalo punya blog.</p>
<p>Banyak orang pingin jadi pengusaha &#8211; emang sih &#8220;banyak kejutan&#8221; &#8211; kadang terkejut untung &#8211; kadang terkejut rugi, tapi satu hal yang pasti, jadi pengusaha kerjanya seperti diuber2 setan, suibuk suibuk terus, untungnya belum pasti.<span id="more-189"></span></p>
<p>Beda sama karyawan, ndak pake kejat-kejut, kejet-kejet juga ndak, kerjanya &#8220;standard&#8221; dari awal bulan sampe akhir bulan begituuuu saja &#8211; gajinya juga begitu.</p>
<p>Nah aman mana? untung mana? comfort mana? bagus mana?</p>
<p>Tergantung dari darimana kita ngelihatnya, hidup itu pilihan, kaya miskin juga relatif &#8211; syukuri saja apa yang sudah dikasi oleh TYME. Lha kalau semua orang mau jadi pengusaha, trus karyawannya siapa donk? <img src='http://sudarsana.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/asal-tulis/suibuk-suibuk-suibuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WAJIB DIBACA : KARTU KREDIT</title>
		<link>http://sudarsana.net/waspadalah/wajib-dibaca-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/waspadalah/wajib-dibaca-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 08:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Waspadalah]]></category>
		<category><![CDATA[KARTU KREDIT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Pastikan membaca ke-tiga kasus di bawah ini. Sebuah rangkain kasus yang sangat menarik. KASUS 1 Ini yang terbaru. Orang- orang tanpa kita sadari sibuk mencari cara untuk menipu kita. Seorang teman pergi ke klub fitness lokal dan meletakkan barang-baranya di loker. Setelah selesai berolah raga dia mandi, keluar, dan melihat pintu lokernya terbuka. Dia berpikir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pastikan membaca ke-tiga kasus di bawah ini. Sebuah rangkain kasus yang sangat menarik.</p>
<p><strong>KASUS 1</strong></p>
<p>Ini yang terbaru. Orang- orang tanpa kita sadari sibuk mencari cara untuk menipu kita.</p>
<p>Seorang teman pergi ke klub fitness lokal dan meletakkan barang-baranya di loker. Setelah selesai berolah raga dia mandi, keluar, dan melihat pintu lokernya terbuka. Dia berpikir &#8216;Lucu, mungkin saya lupa mengunci loker&#8217;.</p>
<p>Dia periksa dompetnya, kelihatan beres &#8211; semua kartu kredit ada di tempatnya.</p>
<p>Beberapa minggu kemudian tagihan rutin kartu kredit diterimanya &#8211; ada tagihan yang mencengangkan sebesar $14,000 (140 juta rupiah) !<span id="more-171"></span></p>
<p>Dia segera menghubungi kantor kartu kredit itu dan marah-marah, berkata bahwa dia tidak pernah melakukan transaksi sebesar itu.</p>
<p>Petugas di sana kemudian melakukan pemeriksaan dan menurut data yang ada tidak ada kesalahan pada sistem. Petugas itu bertanya apakah kartunya dicuri orang.</p>
<p>&#8216;Tidak&#8217; katanya, tapi ketika dia membuka dompetnya, mengambil kartu kredit, dan yup &#8211; anda bisa menduganya &#8211; ternyata kartunya sudah ditukar. Yang ada di dalam dompetnya sekarang adalah sebuah kartu kredit dari bank yang sama yang sudah kadaluwarsa.</p>
<p>Seorang pencuri ternyata telah membuka paksa lokernya di klub fitness dan menukar kartu kreditnya.</p>
<p><strong>Putusan</strong> : Penerbit kartu kredit berkata bahwa karena dia tidak pernah melaporkan kehilangan kartu kreditnya dari awal, maka dia harus membayar semua tagihan yang terhutang.</p>
<p>Berapa banyak dia harus membayar barang-barang yang tidak pernah dibelinya? $9,000 (90 juta rupiah!) !</p>
<p>Kemudian mengapa tidak ada konfirmansi dari penerbit kartu kredit saat kartu itu digesek?</p>
<p>Pemakaian dalam jumlah yang kecil sangat jarang mendapatkan &#8220;tanda peringatan&#8221; dari beberapa penerbit kartu kredit.</p>
<p>Jumlah yang besar itu terjadi karena akumulasi dari pemakaian yang kecil secara terus menerus!</p>
<p><strong>KASUS 2</strong></p>
<p>Seorang laki-laki makan di restoran lokal dan membayar tagihannya dengan kartu kredit.</p>
<p>Kertas tagihan diantar, dia menandatangani, dan pelayanan melihat bon dan memberikan kartu kreditnya.</p>
<p>yang diterima adalah kartu kredit milik orang lain yang sudah kedaluwarsa. Biasanya dia langsung memasukkan kartu kredit itu ke dalam dompet. Tapi lucunya dia secara tidak sengaja mengamati kartu kreditnya, dan ternyataDia segera memanggil pelayan itu lagi dan pelayan itu tampak kebingungan.</p>
<p>Pelayan mengambil kartu itu, meminta maaf dan segera kembali ke kasir di ikuti pandangan mata penuh selidik dari pemilik kartu. Dia memberikan kartu kredit kedaluwarsa itu pada kasir, dan petugas konter kasir segera melihat ke bawah dan mengambil kartu yang sebenarnya.</p>
<p>Tidak ada kata-kata yang diucapkan &#8212; sama sekali tidak ada! Pelayan mengambilnya dan memberikan pada pelanggan itu sambil meminta maaf.</p>
<p><strong>Putusan</strong> : Pastikan bahwa kartu kredit di dompet adalah benar-benar milik anda. Periksa nama di kartu setiap kali anda menandatangani setiap lembar tagihan atau jika kartu anda dibawa pergi pelayan dalam waktu yang singkat.</p>
<p>Banyak orang langsung memasukkan kartu kredit ke dalam dompet bahkan tanpa melihatnya, karena beranggapan bahwa kartu itu memang miliknya.</p>
<p><strong>DEMI KEAMANAAN ANDA, CIPTAKAN KEBIASAAN UNTUK MEMERIKSA IDENTITAS KARTU KREDIT ANDA SETIAP KALI KARTU ITU ANDA TERIMA SETELAH MELAKUKAN TRANSAKSI!</strong></p>
<p><strong>KASUS 3</strong></p>
<p>Kemarin saya pergi ke retoran pizza dan mengambil barang yang pesanan saya.</p>
<p>Saya membayar dengan kartu kredit Visa, yang tentu saya langsung terhubung pada akun pemeriksaan saya.</p>
<p>Anak muda yang berada di balik konter mengambil kartu saya, menggesek, dan meletakkan di meja konter untuk menunggu saya tanda tangan, dimana ini adalah sebuah prosedur standar.</p>
<p>Saat dia menunggu, dia menggambil hapenya dan mulai menelpon.</p>
<p>Saya memperhatikan hape itu karena saya juga punya dengan model yang sama, tapi tampaknya sedikit berbeda dengan yang ada di pasaran. Kemudian yang mendengar suara cekrek yang sama dengan bunyi telpon saya jika digunakan untuk mengambil foto.</p>
<p>Setelah tanda tangan selesai dia mengembalikan kartu saya kembali, sementara itu saya berpikir: &#8216;saya rasa dia sudah mengambil foto kartu kredit saya&#8217;.</p>
<p>Anak muda itu melakukan sebuah tipuannya dengan baik, tapi saya telah memperhatikannya.</p>
<p>Tanpa banyak bicara, begitu meninggalkan restoran pizza itu saya segera membatalkan kartu kredit saya.</p>
<p>Apa yang ingin saya sampaikan adalah berhati-hatilah terhadap sekeliling anda setiap saat. Kapan saja anda mempergunakan kartu kredit anda, selalu waspada dan jangan lengah. Perhatikan siapa yang berdiri di dekat anda dan apa yang mereka lakukan pada kartu anda ..</p>
<p>Berhati-hatilah terhadap hape, karena sekarang ini umumnya hape sudah dilengkapi dengan kamera.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/waspadalah/wajib-dibaca-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>11 Makanan Hebat yang Tidak Anda Santap</title>
		<link>http://sudarsana.net/tahukah-anda/11-makanan-hebat-yang-tidak-anda-santap/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/tahukah-anda/11-makanan-hebat-yang-tidak-anda-santap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 07:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tahukah Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Ingin lebih sehat? Cobalah ikuti saran ahli gizi Jonny Bowden. Dia telah menyusun daftar makanan sehat yang seharusnya disantap tapi orang kerap melupakannya. Beberapa adalah santapan favorit seperti jambu, tapi selain itu masih panjang daftar makanan sehat lainnya. Dokter Bowden adalah penulis buku &#8220;The 150 Healthiest Foods on Earth&#8221; atau &#8220;150 Makanan Tersehat di Bumi&#8221;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingin lebih sehat? Cobalah ikuti saran ahli gizi <strong>Jonny Bowden</strong>. Dia telah menyusun daftar makanan sehat yang seharusnya disantap tapi orang kerap melupakannya. Beberapa adalah santapan favorit seperti jambu, tapi selain itu masih panjang daftar makanan sehat lainnya.</p>
<p>Dokter Bowden adalah penulis buku &#8220;The 150 Healthiest Foods on Earth&#8221; atau &#8220;150 Makanan Tersehat di Bumi&#8221;. Inilah beberapa saran Bowden.<span id="more-167"></span></p>
<p><strong>1. Bits</strong></p>
<p><strong></strong>Pikirkan bahwa bit adalah bayam merah. Pada sayuran ini terdapat sumber asam folat dan pigmen merah yang baik untuk melawan kanker. Bagaimana menyantapnya: Makan segar sebagai lalapan atau buat salad. Pemasakan bisa menurunkan kekuatan antioksidannya.</p>
<p><strong>2. Kubis</strong></p>
<p>Mengandung banyak nutrisi seperti sulforaphane, bahan kimia yang disebut Bowden bisa menghasilkan enzim penghasil kanker. Orang Indonesia kerap menghindari konsumsi kol karena takut penyerapan yodium ke dalam tubuh terhambat oleh sayuran ini. Namun, memakan kol dalam jumlah  memadai bisa bermanfaat untuk perang melawan kanker. Bagaimana menyantapnya: Diiris-iris saat mentah atau menjadi taburan dalam burger atau roti dempet (sandwich).</p>
<p><strong>3. Lobak Swiss</strong></p>
<p>Jarang masakan khas Indonesia yang memakai sayuran ini, kecuali soto Bandung. Seperti kembarannya wortel, lobak mengandung karotenoid yang bisa melindungi penuaan mata. Bagaimana menyantapnya: potong-potong dan tumis dengan minyak zaitun.</p>
<p><strong>4. Kayu manis</strong></p>
<p>Dapat mengontrol gula darah dan kolesterol. Bagaimana menyantapnya: Bubuhkan dalam minuman atau masakan. Kolak Padang biasa memakai kayu manis. Nasi kebuli Arab kadang juga memakai kayu manis.</p>
<p><strong>5. Jus delima</strong></p>
<p>Dapat menurunkna tekanan darah dan kaya dengan antioksidan. Bagaimana menyantapnya: bikin jus dan nikmatilah kesegarannya.</p>
<p><strong>6. Plum kering</strong></p>
<p>Oke, buah ini agak kering, tapi dia mengandung antioksidan sehingga tak boleh diabaikan. Bagaimanan menyantapnya: bisa dijadikan bahan tambahan dalam kue.</p>
<p><strong>7. Biji labu</strong></p>
<p>Bagian yang kerap dibuang ini mengandung magnesium, mineral yang yang bila kadarnya cukup akan membuat riskio kematian dini berkurang. Bagaimana menyantapnya: Bisa dalam bentuk kuaci, asal tak kebanyak garam atau ditaburkan pada salad.</p>
<p><strong>8. Sarden</strong></p>
<p>Anda boleh mencemooh ikan murahanini. Dr. Bowden menyebutnya, &#8220;makanan sehat dalam kaleng.&#8221; Makanan ini mengandung omega 3 dan kalsium yang tinggi dan minim zat merkuri. Ikan sarden biasanya juga mengandung mineral penting yang biasa menjadi &#8220;kawan&#8221; dari vitamin B seperti: besi, magnesium, fosfor, kalium, zinc, tembaga dan mangan. Bagaimana menyantapnya: Pilih sarden yang dikemas dalam minyak zaitun atau yang lainnya. Makan begitu saja atau sajikan bersama salad, roti dempet atau dengan teman bawang dan mustard.</p>
<p><strong>9. Kunyit</strong></p>
<p>Ini adalah superstar dari semua rempah-rempah yang mengandung zat antikanker dan anti-inflamasi. Bagaimana menyantapnya: Bisa diminum sebagai jamu atau dicampur dengan telur dadar dan sayuran lain.</p>
<p><strong>10. Bluberry beku</strong></p>
<p>Meskipun dibekukan buah ini kadar nutrisinya tak berkurang banyak. Ia mengandung zat yang dalam tes bisa meningkatkan memori otak. Bagaimana menyantapnya: Dibikin jus pasti sedap. Bisa dicampur dengan yoghurt, cokelat, susu kedelai atau taburan kacang almond.</p>
<p><strong>11. Labu</strong></p>
<p>Sayuran rendah kalori yang memiliki kadar serat tinggi dan meningkatkan daya tahan tubuh karena pasokan vitamin A yang tinggi. Bisa mengenyangkan tapi tetap rendah kalori. Bagaimana menyantapnya: bisa diolesi mentega, dan taburan kayu manis atau dibikin kolak tapi awas kadar gulanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/tahukah-anda/11-makanan-hebat-yang-tidak-anda-santap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I luv yu fullll</title>
		<link>http://sudarsana.net/asal-tulis/i-love-you-full/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/asal-tulis/i-love-you-full/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 09:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah salah satu dari sekian buanyak orang yang &#8220;berhutang budi&#8221; sama Mbah Surip, lagunya &#8220;Tak Gendong&#8221; itu sangat membantu istri saya menidurkan bayi kami, cukup di setel 2 kali &#8211; dijamin langsung tidur lelap! Busyett dah&#8230;.mujarab banget tuh lagu.. Ada bebarapa pelajaran dari sosok Mbah Surip: Dia &#8220;disenangi&#8221; karena dia sederhana, polos, apa adanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah salah satu dari sekian buanyak orang yang &#8220;berhutang budi&#8221; sama <strong>Mbah Surip</strong>, lagunya &#8220;Tak Gendong&#8221; itu sangat membantu istri saya menidurkan bayi kami, cukup di setel 2 kali &#8211; dijamin langsung tidur lelap! Busyett dah&#8230;.mujarab banget tuh lagu..</p>
<p>Ada bebarapa pelajaran dari sosok Mbah Surip:</p>
<ol>
<li>Dia &#8220;disenangi&#8221; karena dia sederhana, polos, apa adanya. Terkenal karena guanteng, cuantik, kaya dll sudah buanyak, dan kalo mati belum tentu SBY berbela sungkawa <img src='http://sudarsana.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Rahasia Tuhan; bahwa yg pasti dalam hidup ini adalah yg kita jalani saat ini, jadi lakukan yang terbaik saat ini seolah esok tiada lagi</li>
</ol>
<p>Selamat jalan Mbah Surip, smoga Tuhan memberimu tempat yang terbaik di sisi Nya.</p>
<p>I luv yu fullll&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/asal-tulis/i-love-you-full/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Cacing</title>
		<link>http://sudarsana.net/golden-ways/belajar-dari-cacing/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/golden-ways/belajar-dari-cacing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 08:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Golden Ways]]></category>
		<category><![CDATA[Mario Teguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jika kita meletakkan cacing di atas kaca, kemudian dari bawah kaca kita nyalakan lilin/api, cacing tersebut akan menggeliat-geliat berusaha secepat mungkin menjauh atau pergi dari kaca, kenapa demikian?&#8221; Hampir semua audience menjawab &#8220;karena panas&#8221;! Jawaban tersebut tentu tidak salah, namun Mario Teguh punya jawaban lain, &#8220;karena cacing tidak bisa mengeluh&#8221;! &#8220;Beda dengan kebanyakan manusia, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Jika kita meletakkan cacing di atas kaca, kemudian dari bawah kaca kita nyalakan lilin/api, cacing tersebut akan menggeliat-geliat berusaha secepat mungkin menjauh atau pergi dari kaca, kenapa demikian?&#8221;</p>
<p>Hampir semua audience menjawab &#8220;karena panas&#8221;!</p>
<p>Jawaban tersebut tentu tidak salah, namun <strong>Mario Teguh</strong> punya jawaban lain, &#8220;karena cacing tidak bisa mengeluh&#8221;!</p>
<p>&#8220;Beda dengan kebanyakan manusia, yang cendrung mengeluh dulu jika dihadapkan pada suatu masalah&#8221;.</p>
<p>Jadi pelajaran untuk kali ini: &#8220;mari kita belajar dari cacing&#8221;.</p>
<p>Salam Super!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/golden-ways/belajar-dari-cacing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vaksin Penyebab Autis</title>
		<link>http://sudarsana.net/waspadalah/vaksin-penyebab-autis/</link>
		<comments>http://sudarsana.net/waspadalah/vaksin-penyebab-autis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 07:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kadek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tahukah Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Waspadalah]]></category>
		<category><![CDATA[Autis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan&#8230; atau bahkan calon ibu &#8230; perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2&#8230;&#8230;.. Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku &#8220;Children with Starving Brains&#8221; karangan Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan&#8230; atau bahkan calon ibu &#8230; perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2&#8230;&#8230;..</p>
<p>Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku &#8220;Children with Starving Brains&#8221; karangan Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.<span id="more-163"></span></p>
<p>Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 &#8211; Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 &#8211; 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir tahun 2001.</p>
<p>Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah &#8220;diracuni&#8221; oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya.</p>
<p>Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan.</p>
<p>Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal.</p>
<p>Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan), yang besarnya sampai jutaaan Rupiah perbulannya.</p>
<p>Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman- teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudarsana.net/waspadalah/vaksin-penyebab-autis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

