<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Berani mengambil resiko dalam hidup</title>
	<atom:link href="http://sudarsana.net/renungan/berani-mengambil-resiko-dalam-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sudarsana.net/renungan/berani-mengambil-resiko-dalam-hidup/</link>
	<description>A Little Piece of Me Online</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 18:43:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>By: dharma widana</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/berani-mengambil-resiko-dalam-hidup/#comment-143</link>
		<dc:creator>dharma widana</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 07:26:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/renungan/berani-mengambil-resiko-dalam-hidup/#comment-143</guid>
		<description>human theatre................  all in your mind...................

Nak Bangli Ring Jogja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>human theatre&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.  all in your mind&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Nak Bangli Ring Jogja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Suarjana</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/berani-mengambil-resiko-dalam-hidup/#comment-129</link>
		<dc:creator>Suarjana</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 02:36:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/renungan/berani-mengambil-resiko-dalam-hidup/#comment-129</guid>
		<description>ya ya... kadang kadang kita juga di hadapkan pada keadaan sosial yang memaksa kita untuk tampil  ' lebih ' dari teman, tetangga atau lingkungan sosial kita.  Dan kita jadi lupa dan mengabaikan kata hati kita  demi mencapai tujuan semu. 

Salam  Shanti dari Ubud</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya ya&#8230; kadang kadang kita juga di hadapkan pada keadaan sosial yang memaksa kita untuk tampil  &#8216; lebih &#8216; dari teman, tetangga atau lingkungan sosial kita.  Dan kita jadi lupa dan mengabaikan kata hati kita  demi mencapai tujuan semu. </p>
<p>Salam  Shanti dari Ubud</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi Arifin</title>
		<link>http://sudarsana.net/renungan/berani-mengambil-resiko-dalam-hidup/#comment-89</link>
		<dc:creator>Adi Arifin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 03:10:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sudarsana.net/renungan/berani-mengambil-resiko-dalam-hidup/#comment-89</guid>
		<description>Dalam sekali Pak. 

Saya percaya bahwa kekayaan yang hakiki ada pada jiwa, bukan pada harta. Kebanggaan yang sesungguhnya ada pada karya dan buah pikiran yang kita haslilkan dan (mungkin) akan tetap hidup bersama nama kita setelah kita mati, bukan pada kemewahan materi yang kita "miliki" dan akan berpindah tangan setelah kita mati.

Orang2 yang mengagungkan, membanggakan, dan mengejar kekayaan fisik - rumah besar, mobil mewah, pakaian modis, dll. - adalah orang2 yang memang tidak sanggup untuk memiliki karya dan pikiran yang layak dibanggakan.

Saya sangat tertarik komputer cepat dengan layar yang lebar dan tajam, karena dia mampu membantu saya berkarya dan menuangkan pikiran saya dengan lebih cepat dan akurat. Tapi saya merasa cukup nyaman dengan motor bebek, karena mobil mewah tidak membawa saya mencapai tujuan dengan lebih cepat.

Mungkin ada sebagian orang yang berpendapat ... alah itu sih cuma kilahnya orang miskin ... kasiaaan deh lo ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sekali Pak. </p>
<p>Saya percaya bahwa kekayaan yang hakiki ada pada jiwa, bukan pada harta. Kebanggaan yang sesungguhnya ada pada karya dan buah pikiran yang kita haslilkan dan (mungkin) akan tetap hidup bersama nama kita setelah kita mati, bukan pada kemewahan materi yang kita &#8220;miliki&#8221; dan akan berpindah tangan setelah kita mati.</p>
<p>Orang2 yang mengagungkan, membanggakan, dan mengejar kekayaan fisik - rumah besar, mobil mewah, pakaian modis, dll. - adalah orang2 yang memang tidak sanggup untuk memiliki karya dan pikiran yang layak dibanggakan.</p>
<p>Saya sangat tertarik komputer cepat dengan layar yang lebar dan tajam, karena dia mampu membantu saya berkarya dan menuangkan pikiran saya dengan lebih cepat dan akurat. Tapi saya merasa cukup nyaman dengan motor bebek, karena mobil mewah tidak membawa saya mencapai tujuan dengan lebih cepat.</p>
<p>Mungkin ada sebagian orang yang berpendapat &#8230; alah itu sih cuma kilahnya orang miskin &#8230; kasiaaan deh lo &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
